Pemburu yang diburu.
Last updated 3 months, 1 week ago
Memaparkan maklumat awal dan kemaskini terkini berkaitan kemalangan, bencana, jenayah dan isu-isu semasa dalam dan luar negara setiap hari.
Last updated 1 month, 2 weeks ago
Rakyat Malaysia tunggal di Palestin. Berkongsi kehidupan seharian di Gaza.
Last updated 2 months ago
Kalian mengambilnya dari sumber halal, kalian nafkahkan pada perkara yang halal atau sebaliknya kalian mengambilnya dari sumber yang haram riba, suap, penipuan, pencurian, kecurangan, judi, dan sebagainya. Atau kalian memperolehnya dari perdagangan yang mubah, ridha antara kedua pihak, dan kesepakatan yang sesuai syariat...? Ini dari sisi cara memperolehnya.
📝Dari segi penggunaannya: jika kamu mendapatkannya (harta), apa yang akan kamu lakukan dengannya? Apakah kamu akan menggunakannya untuk berbuat kerusakan, mengikuti hawa nafsu, atau bepergian ke negara-negara yang penuh dengan hal-hal tidak bermoral bersama keluargamu dan anak-anakmu?
Kamu akan tenggelam dalam rawa-rawa Barat, sombong terhadap orang-orang, menahan zakat, dan menahan kewajiban nafkah yang harus kamu tunaikan...?
Bagaimana infakmu ( pengeluaranmu )...? Perhatikanlah bagaimana kamu mengeluarkan hartamu, karena kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas harta itu: Dari mana harta itu diperoleh...?, dan untuk apa harta itu dibelanjakan...? Sebagaimana disebutkan dalam hadits.
Tidak diragukan lagi, harta adalah tanggung jawab; harta adalah ujian.
📝 Begitu pula dengan perempuan; sebagaimana telah disebutkan dalam hadits sebelumnya. Dalam hadits ini disebutkan dua fitnah yang berbahaya: fitnah dunia dan fitnah perempuan. Kaum muslimin harus berhati-hati terhadap kedua fitnah ini.
Bersambung Insyallah...
📖 شرح كتاب الفتن و الحوادث
📚Sumber : Syarah kitab al-Fitan wa al-Hawaadits hlm 36-38.
🖊️Pensyarah: Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan Hafidzahullah.
📝Alih bahasa : Akhukum al-Faqiir ilaa 'afwi Rabbihi Abu 'Abdillah Al-Karanganyari
•┈┈••••○○❁°•°•°•°•°•°•°❁○○••••┈┈•
┏━ ❁✿❁ ━━━━━━━━━━━┓
📚📖 FORUM ILMIAH KARANGANYAR 📖📚
┗━━━━━━━ ❁✿❁ ━━━━━┛
•••••••••••••۞﷽۞•••••••••••
⚠️ DUA FITNAH YANG HARUS KITA WASPADAI, APAKAH ITU...? BAGAIMANA PENJELASANNYA...?👇🏻👇🏻👇🏻
9️⃣ Hadits yang sembilan.
وَلمسْلِم مِنْ حَدِيثٍ أَي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضي الله عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ ، قَالَ: «إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ»
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
"Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian khalifah di dalamnya, maka Dia melihat bagaimana kalian beramal. Maka berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah dalam urusan wanita." (HR. Muslim)
~~~~~~~~~~
📝 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(( إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ ))
"Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau." Ini juga merupakan bagian dari fitnah, salah satu jenis fitnah adalah fitnah dunia. Dunia, dengan segala perhiasannya, kekayaannya, dan kedudukannya adalah fitnah, menjadi ancaman bagi agama seseorang.
◼️Sabda beliau ﷺ "manis" (حُلْوَةٌ): Artinya dunia terasa manis, seperti sesuatu yang memiliki rasa yang menyenangkan.
◼️Sabda beliau ﷺ "hijau" (خَضِرَةٌ): Manis dalam rasa dan hijau dalam warna, membuat dunia mampu memikat manusia dalam rasa dan manisnya, menarik pandangan, seperti hijaunya pemandangan yang menarik perhatian.Ini adalah sebab fitnah.
◼️Sabda beliau ﷺ
(( وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا،))
"Dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian khalifah di dalamnya"
Khithab (seruan) ini ditujukan kepada kaum Muslimin.
◼️Sabda beliau ﷺ
(( وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا،))
Kata "khalifah" berarti Allah menjadikan kalian penerus di bumi setelah generasi sebelumnya.
Sebab yang kekal hanya Allah, sebagaimana dalam firman-Nya:
(( كل من عليها فان ))
"Semua yang ada di atasnya (bumi) akan binasa." (QS. Ar-Rahman: 26).
📝 Generasi demi generasi akan berlalu, tidak ada yang kekal dalam kehidupan ini. Setiap generasi hanya mengambil bagian dari dunia ini sesuai dengan takdir umurnya. Ketika, hilang satu generasi akan datang generasi berikutnya, hingga hari kiamat tiba, dunia ini akan berakhir. Sebagaimana firman Allah:
(( وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ ))
“Dan Dialah yang menjadikan kalian para khalifah di bumi.” (QS. Al-An’am: 165)
Maknanya, generasi saling menggantikan satu sama lain.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara kepada umat ini, seraya bersabda:
(( وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ ))
"Dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian khalifah di dalamnya, maka Dia melihat bagaimana kalian beramal."
📝Allah Subhanahu wa Ta'ala mengawasi kalian. Dia memberikan dunia kepada kalian, lalu melihat bagaimana kalian mempergunakannya. Kalian tidak dibiarkan begitu saja. Allah Jalla wa 'Alaa mengawasi tindakan kalian terhadap dunia ini:
Apakah kalian terlena olehnya dan mendahulukannya di atas akhirat, ataukah kalian mengambil secukupnya, lalu memprioritaskan akhirat, serta mengelola dunia ini dengan baik?
Rasulullah ﷺ tidak meminta kita meninggalkan dunia, tetapi kita diperintahkan untuk mengambilnya secukupnya sesuai kebutuhan. Gunakan untuk keperluan nafkah, kebutuhan, sedekah, dan berbuat baik.
Harta adalah sarana kebaikan jika seseorang menggunkan untuk kebaikan, akan menjadi kebaikan baginya dan sarana yang membantu untuk taat kepada Allah 'Azza wa Jalla. Namun, sedikit orang yang mampu mengelolanya dengan benar.
◼️Sabda beliau ﷺ
(( فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ ))
“Lalu Dia melihat bagaimana kalian beramal.”
📝 Apakah kalian mengelola harta dengan benar?
HUKUM MERAYAKAN MALAM ISRA DAN MI'RAJ
Pertanyaan Kesebelas dari Fatwa Nomor (3323):
PERTANYAAN:
Apa hukum merayakan maulid Nabi dan malam Isra' Mi'raj dengan tujuan dakwah Islam dan menampilkan syiar Islam seperti yang terlihat di Indonesia?
JAWABAN:
Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi Wasallam telah menyeru kepada Islam dengan perkataan, perbuatan, dan jihad di jalan Allah. Beliau adalah orang yang paling mengetahui cara berdakwah, menyebarkan, dan menampakkan syiar Islam. Namun, beliau tidak merayakan kelahirannya sendiri (maulid), tidak pula merayakan peristiwa Isra' Mi'raj, meskipun beliau memahami dan menghargai keduanya. Para sahabatnya yang mulia pun mengikuti jalan beliau dalam berdakwah dan menyebarkan Islam, tetapi mereka tidak merayakan peristiwa tersebut atau peristiwa besar lainnya. Demikian pula halnya dengan para imam Islam yang terpercaya dari kalangan Ahlussunnah wal Jamaah, mereka tidak merayakan hal tersebut.
Sebaliknya, perayaan semacam ini dikenal berasal dari para pelaku bid'ah dan golongan yang berlebihan dalam agama, seperti Rafidhah (Syiah) dan sekte lainnya yang minim pengetahuan tentang syariat yang murni. Maka, merayakan peristiwa-peristiwa tersebut adalah bid'ah yang tercela karena menyelisihi tuntunan Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wasallam, para khalifah yang lurus, dan generasi salaf yang saleh dari tiga generasi terbaik umat ini.
Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu 'alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda:
"Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan kami yang bukan berasal darinya, maka ia tertolak."
Beliau juga bersabda:
"Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan ajaran kami, maka ia tertolak."
Dan beliau bersabda:
"Hati-hatilah terhadap perkara-perkara baru, karena setiap perkara baru adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan." (HR. Muslim).
Hanya Allah yang memberi taufik. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.
Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa
Anggota: Abdullah bin Qa'ud
Anggota: Abdullah bin Ghadyan
Wakil Ketua: Abdurrazzaq 'Afifi
Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
https://chat.whatsapp.com/IcwjLlTg0pJFiwENzF8J42
https://t.me/F_Alajnat_Alddayima
Https://t.me/ponselmuslim
https://whatsapp.com/channel/0029VaCNkCqLikg4WOZkJf2B
Walaupun memungkinkan untuk menggabungkannya, tetapi tidak bisa dengan cara yang ideal.
? Dunia dan akhirat itu ibarat dua istri (madunya), jika seseorang condong kepada salah satunya, ia akan membuat yang lainnya marah. Maka barang siapa yang lebih condong kepada dunianya, ia akan merugikan akhiratnya. Sebaliknya, barang siapa yang lebih condong kepada akhiratnya, ia akan mengurangi perhatian terhadap dunianya.
Sabda Rasulullah ﷺ:
(( وتلهيكم ))
"Dan dunia itu melalaikan kalian," sebagaimana firman Allah ﷻ:
(( اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ))
"Kalian telah dilalaikan oleh perlombaan memperbanyak harta." (At-Takatsur: 1).
Janganlah harta benda kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian.
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa harta dan anak-anak dapat melalaikan seseorang dari mengingat Allah.
(( فتهلككم ))
"Dan dunia itu akan menghancurkan kalian." inilah akibat akhirnya. Pada akhirnya, umat akan binasa jika telah sampai pada kondisi tersebut. Ketika mereka terlalu sibuk dengan dunia, berlomba-lomba, dan lalai, mereka akan dihukum. Harta menjadi penyebab kehancuran umat, kesibukan dengan harta, dan persaingan dalam dunia membawa kehancuran dan hukuman bagi umat, sebagaimana yang ditakutkan Rasulullah ﷺ.
Ini menunjukkan bahwa harta adalah fitnah (ujian). Bahkan orang-orang yang paling saleh pun, seperti kaum Anshar yang merupakan kaum terbaik setelah kaum Muhajirin tetap dikhawatirkan oleh Rasulullah ﷺ akan terkena fitnah harta.
Bersambung Insyallah...
? شرح كتاب الفتن و الحوادث
?Sumber : Syarah kitab al-Fitan wa al-Hawaadits hlm 29-32.
?️Pensyarah: Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan Hafidzahullah.
?Alih bahasa : Akhukum al-Faqiir ilaa 'afwi Rabbihi Abu 'Abdillah Al-Karanganyari
•┈┈••••○○❁°•°•°•°•°•°•°❁○○••••┈┈•
Ketika kaum Anshar mendengar kabar kedatangan Abu Ubaidah dengan membawa harta dari Bahrain, yang mana mereka dalam keadaan butuh, merekapun merasa senang. Mereka segera datang menemui Rasulullah ﷺ dan melaksanakan shalat subuh bersama beliau.
Setelah melihat mereka, Rasulullah ﷺ tersenyum. Beliau merasa heran dengan kesegeraan mereka untuk mencari dunia, dan betapa manusia begitu antusias mengejar dunia meskipun mereka adalah sahabat-sahabat yang mulia dan terhormat. Namun, harta tetap merupakan ujian, apalagi mereka memang sedang membutuhkan.
Beliau bersabda:
(( أَظُنُّكُمْ سَمِعْتُمْ أَنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ قَدِمَ بِشَيْءٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ ؟ فقالوا : أجل يا رسول الله ))
"Aku kira kalian mendengar bahwa Abu Ubaidah telah datang membawa sesuatu dari Bahrain?"
Mereka menjawab: "Benar, wahai Rasulullah. Kami mendengar kabar itu, maka kami datang untuk tujuan ini."
Beliau bersabda:
(( فَأَبْشِرُوا وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ،..))
"Bergembiralah dan berharaplah apa yang menyenangkan kalian." Ucapan ini menunjukkan kemuliaan akhlak Rasulullah ﷺ terhadap umat manusia secara umum dan para sahabatnya secara khusus.
(( وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ ))
"Berharaplah apa yang menyenangkan kalian," maksudnya Rasulullah ﷺ tidak akan menyembunyikan apa pun dari mereka. Jangan khawatir bahwa kalian tidak akan mendapatkan bagian. Berharaplah hanya kepada hal-hal yang menggembirakan kalian, dan jangan berharap selain itu.
Kemudian beliau ﷺ bersabda—dan ini adalah inti dari hadist ini:
(( مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، ))
"Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian." Sebab kemiskinan tidak melahirkan persaingan, tidak memunculkan rasa iri, dan tidak menimbulkan permusuhan di dalam hati. Orang-orang miskin tidak saling iri atau bersaing, karena tidak ada alasan untuk itu—mereka tidak memiliki harta yang dapat memicu persaingan. Harta adalah sumber fitnah, sebagaimana firman Allah:
(( اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌۗ ))
"Sesungguhnya harta benda dan anak-anak kalian hanyalah ujian." (At-Taghabun: 15).
(( مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، ))
"Bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian," artinya aku tidak khawatir kemiskinan akan menyebabkan hal-hal buruk di antara kalian. Sebab kemiskinan tidak menimbulkan apa yang biasanya muncul akibat kekayaan.
(( وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ الدُّنْيَا عَلَيْكُمْ))
"Namun, yang aku khawatirkan adalah jika dunia dilapangkan untuk kalian," yakni jika harta, kekayaan, dan kemakmuran dipermudah bagi kalian. Ketika itu, akan terjadi persaingan untuk mendapatkannya. Setiap orang ingin menguasai lebih banyak dibanding yang lain. Akibatnya, muncul persaingan di antara kalian yang kemudian menimbulkan rasa iri, kebencian, dan hal-hal buruk lainnya.
Inilah sifat manusia, bahkan di antara orang-orang yang mulia sekalipun. Allah berfirman:
وَّتُحِبُّوْنَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّاۗ ٢٠
"Dan kalian mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan." (Al-Fajr: 20).
Harta mendorong seseorang untuk bersaing dengan saudaranya. Jika terjadi persaingan, akan muncul perasaan tidak enak di hati satu sama lain. Padahal, kaum Muslimin seharusnya menjaga hubungan yang baik, saling mencintai, dan bekerja sama. Namun, harta seringkali mendorong mereka pada persaingan yang tidak sehat.
(( فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا ))
"Lalu kalian berlomba-lomba untuk mendapatkannya sebagaimana mereka (umat-umat sebelum kalian) berlomba-lomba untuk mendapatkannya," yakni kalian akan saling bersaing, berebut, dan berlomba-lomba dalam meraih dunia. Setiap orang ingin menguasai lebih banyak daripada yang lain.
Dalam riwayat lain disebutkan:
(( وتلهيكم ))
"Dan dunia itu melalaikan kalian," yakni melalaikan kalian dari akhirat dan amal saleh. Hal ini sudah terbukti, bahwa orang-orang kaya seringkali sibuk dengan harta dan mengembangkan kekayaannya, sehingga mereka teralihkan dari beramal untuk akhirat. Mereka kesulitan untuk menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat secara proporsional.
┏━ ❁✿❁ ━━━━━━━━━━━┓
?? FORUM ILMIAH KARANGANYAR ??
┗━━━━━━━ ❁✿❁ ━━━━━┛
•••••••••••••۞﷽۞••••••••••••
⚠️ WASPADALAH FITNAH INI AKAN MERUSAK UKHUWAH DAN MENGARAH PADA PERTUMPAHAN DARAH ⚡⚡⚡
6️⃣ Hadits yang keenam.
وَلِمُسْلِمٍ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضَي الله عنه، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «إِذَا فُتِحَتْ عَلَيْكُمْ فَارِسُ وَالرُّومُ، أَيُّ قَوْمِ أَنْتُمْ؟» قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ : نَقُولُ كَمَا أَمَرَنَا اللهُ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ، تَتَنَافَسُونَ، ثُمَّ تَتَحَاسَدُونَ، ثُمَّ تَدَابَرُونَ، ثُمَّ تَتَبَاغَضُونَ، أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ، ثُمَّ تَنْطَلِقُونَ فِي مَسَاكِينِ الْمُهَاجِرِينَ، فَتَجْعَلُونَ بَعْضَهُمْ عَلَى رِقَابِ بَعْضٍ
Dan diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda:
"Apabila Persia dan Romawi telah dibuka untuk kalian, kaum seperti apakah kalian nanti?"
Abdurrahman bin Auf berkata: "Kami akan mengatakan sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada kami."
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: "Atau tidak demikian, tetapi kalian akan berlomba-lomba (dalam kemewahan), kemudian kalian saling dengki, kemudian saling berpaling, kemudian saling membenci, atau hal semacam itu. Lalu kalian akan pergi kepada orang-orang miskin dari kalangan muhajirin, lalu menjadikan sebagian mereka menguasai sebagian yang lain." ( HR Muslim )
~~~~~~~
? Di antara berita yang disampaikan oleh Nabi ﷺ tentang masa depan adalah bahwa Allah Jalla wa ‘Alaa akan menyebarkan agama ini ke timur dan barat, dan bahwa kekuasaan kaum Muslimin akan meluas.
Pada masa Nabi ﷺ, terdapat dua daulah ( kekuasaan ) besar:
Daulah Persia di timur, yang dikenal sebagai Kekaisaran Persia yang ada di timur dan mereka adalah penganut agama Majusi.
Daulah Romawi di barat, mereka adalah ahli kitab dari kalangan Nasrani.
Dua kekuasaan, siapa yang bisa membayangkan bahwa kaum Muslimin akan mengalahkan kedua kekaisaran ini? Namun, Allah Jalla wa ‘Alaa menolong agama-Nya, dan meninggikan kalimat-Nya, dan menjadikan agama ini unggul atas seluruh agama lainnya. Ini adalah janji Allah Jalla wa ‘Alaa, dan itu adalah janji yang benar. Hal ini pun terjadi, kaum muslimin berjuang setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, mereka menyerang Persia hingga berhasil menjatuhkannya, dan menyerang Romawi hingga berhasil menaklukkannya.Mereka menguasai negeri-negeri mereka dan harta kekayaan mereka.
? Namun, Nabi ﷺ bertanya kepada para sahabatnya: "Bagaimana keadaan kalian di masa itu?"
Dalam hal ini terdapat peringatan tentang bahaya terbukanya dunia, karena setelah terjadi penaklukan-penaklukan tersebut, kekayaan melimpah ruah disisi kaum muslimin,harta benda dari perbendaharaan Kisra, raja Persia, dan Kaisar, raja Romawi, melimpah kepada mereka,harta benda itu melimpah, sebagaimana firman Allah:
﴿ إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ)
[التغابن : ١٥].
"Sesungguhnya harta-hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)."
(QS. At-Taghabun: 15).
?? Nabi bertanya kepada kaum muslimin: "Bagaimana keadaan kalian di masa itu?" Beliau bertanya apakah kalian akan tetap teguh di atas agama kalian atau justru kalian menyimpang karena tergoda oleh dunia.
Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu dengan prasangka baik berkata: "Kami akan tetap berada dalam kebaikan."
Maksudnya, kami akan menggunakan harta tersebut untuk menaati Allah dan berjihad di jalan-Nya,inilah yang diharapkan oleh Abdurrahman bin Auf, seorang sahabat yang mulia.
⚠️ Namun, Rasulullah ﷺ bersabda:
أو غير ذلك
"Atau sebaliknya," yaitu keadaan akan berbeda dari apa yang dikatakan. Apa yang akan terjadi? Akan ada fitnah di antara kaum muslimin,mereka akan berlomba-lomba dalam urusan dunia,apabila telah dibukakan dunia atas mereka , maka mereka akan berlomba-lomba dalam mendapatkannya, setiap orang ingin merebutnya dari yang lain, dan ingin menguasainya.
┏━ ❁✿❁ ━━━━━━━━━━━┓
?? FORUM ILMIAH KARANGANYAR ??
┗━━━━━━━ ❁✿❁ ━━━━━┛
•••••••••••••۞﷽۞••••••••••••
? BAGAIMANA AGAR SELAMAT KETIKA TERJADI FITNAH...? ??????
5️⃣ Hadits yang kelima.
وَلَهُ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رَضي الله عَنْهُ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْج، كَهِجْرَةِ إِلَيَّ
Diriwayatkan dari Ma'qil bin Yasar radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Beribadah di masa kekacauan (al-harj) seperti berhijrah kepadaku." (HR. Muslim)
____________
?Sabda Rasulullah ﷺ
الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْج
"Beribadah di masa kekacauan" maksudnya adalah pada masa fitnah dan pertumpahan darah, seseorang hendaknya menjauhkan diri dari hal itu dan sibuk dengan ibadah kepada Rabbnya.
Maka dalam hadits ini terdapat faedah : Hadits ini mendorongan seorang muslim, ketika terjadi fitnah di antara kaum muslimin, untuk tidak ikut terlibat, melainkan menyibukkan diri dengan ibadah kepada Rabbnya. Ini adalah bentuk hijrah.
Hijrah secara bahasa berarti meninggalkan dan berpindah dari satu keadaan ke keadaan lain. Maka, meninggalkan keterlibatan dalam fitnah dan pembunuhan, serta menyibukkan diri dengan ibadah kepada Rabbnya, adalah bentuk hijrah. Hijrah ini serupa dengan hijrah kepada Rasulullah ﷺ, hijrah dari masa fitnah menuju ibadah serupa dengan hijrah kepada Rasulullah ﷺ pada masa hidupnya, hijrah yang dikenal dan agung, ketika para sahabat radhiyallahu 'anhum berhijrah bersamanya ke Madinah untuk menolong agama Allah Azza wa Jalla.
? Adapun hijrah secara istilah berarti meninggalkan sesuatu, termasuk meninggalkan negeri demi menyelamatkan agama, meninggalkan fitnah menuju sunnah, dan meninggalkan pembunuhan di antara manusia menuju ibadah. Ini adalah salah satu jenis hijrah.
Bersambung Insyallah...
? شرح كتاب الفتن و الحوادث
?Sumber : Syarah kitab al-Fitan wa al-Hawaadits hlm 25.
?️Pensyarah: Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan Hafidzahullah.
?Alih bahasa : Akhukum al-Faqiir ilaa 'afwi Rabbihi Abu 'Abdillah Al-Karanganyari
•┈┈••••○○❁°•°•°•°•°•°•°❁○○••••┈┈•
┏☀?☀━━━━━━━┓
Forum Ilmiah Karanganyar
┗━━━━━━━━☀?☀
??بسم الله الرحمن الرحيم??
✅ KEYAKINAN KAUM MUSYRIKIN DAHULU TERHADAP SESEMBAHAN-SESEMBAHAN MEREKA SELAIN ALLAH 19
? Ada bagian dari hasil tanam dan ternak yang dipersembahkan oleh kaum musyrikin kepada berhala mereka ⚡
? Allah Ta'aalaa berfirman:
وَجَعَلُوْا لِلّٰهِ مِمَّا ذَرَاَ مِنَ الْحَـرْثِ وَالْاَنْعَامِ نَصِيْبًا فَقَالُوْا هٰذَا لِلّٰهِ بِزَعْمِهِمْ وَهٰذَا لِشُرَكَآئِنَا ۚ فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلَا يَصِلُ اِلَى اللّٰهِ ۚ وَمَا كَانَ لِلّٰهِ فَهُوَ يَصِلُ اِلٰى شُرَكَآئِهِمْ ۗ سَآءَ مَا يَحْكُمُوْنَ
Dan mereka menjadikan sebagian hasil tanaman dan hewan untuk (persembahan bagi) Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, "Ini persembahan untuk Allah dan yang ini persembahan untuk berhala-berhala kami".
Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu.
● QS. Al-An'am; 136.
?? lmam Al Qurthubi (600 - 671 H) rahimahullah mengatakan;
Yaitu mereka menjadikan bagian (dari hasil tanam atau ternak sebagai persembahan) bagi berhala-berhala mereka. Dan ini terjadi karena tipu daya dan bujukan syaithan kepada mereka, sampai mereka mempersembahkan sebagian harta mereka kepada Allah menurut sangkaan mereka, dan sebagian mereka persembahkan kepada berhala mereka. Demikian itu diterangkan oleh Ibnu Abbas, Imam Al Hasan, Mujahid dan Qatadah. Dan maknanya berdekatan. Yaitu mereka menjadikan ada bagian bagi Allah dan ada bagian bagi berhala-berhala mereka.
Jika bagian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka itu habis karena diinfakkan kepada berhala-berhala itu dan kepada juru kuncinya, maka diambilkan ganti dari bagian yang untuk Allah. Dan jika bagian yang diperuntukkan bagi Allah itu habis karena diinfakkan kepada tamu atau faqir miskin, maka mereka tidak mengambilkan ganti sedikit pun (dari bagian yang untuk berhala). Mereka katakan, "Allah tidak membutuhkannya, sedangkan berhala-berhala kami sangat butuh.
Itu semua terjadi karena kebodohan mereka dan dengan sangkaan mereka.
? Tafsir Al Qurthubi
~~~~~
?? lmam lbnu Katsir (701 - 774 H) rahimahullah mengatakan;
Ini adalah celaan dan cemohan dari Allah buat kaum musyrikin yang mereka mengada adakan kebid'ahan, kekufuran dan kesyirikan. Di mana mereka menjadikan sebagian dari mahlukNya untuk (persembahan bagi) Allah (dan sebagian untuk berhala), padahal hanya Dia yang menciptakan segala sesuatu (termasuk semua rezeki mereka). Maha suci dan maha tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. Maka Allah katakan;
Dan mereka menjadikan sebagian hasil tanaman dan hewan untuk (persembahan bagi) Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, "Ini persembahan untuk Allah dan yang ini persembahan untuk berhala-berhala kami".
? Tafsir lbnu Katsir
~~~~~
?? Imam As Sa'di rahimahullah mengatakan;
Sangat mungkin bahwa tafsir ayat yang mulia ini ialah yang terdapat di dalam hadits yang shahih dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda;
أنا أغْنَى الشُّرَكاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَن عَمِلَ عَمَلًا أشْرَكَ فيه مَعِي غيرِي، تَرَكْتُهُ وشِرْكَه
"Aku adalah Dzat yang tidak butuh kepada persekutuan. Maka siapa yang melakukan suatu amalan yang dalam amalan itu ia mempersekutukan selainKu bersamaKu, Aku tinggalkan dia dan amalan syiriknya".
Jadi makna ayat di atas bahwa apa yang mereka jadikan untuk taqarub kepada berhala mereka, maka itu taqarub murni untuk selain Allah, tidak ada sedikitpun yang untuk Allah. Adapun apa yang mereka jadikan (sebagai taqarub) untuk Allah menurut sangkaan mereka, maka tidak akan sampai kepada Allah, karena merupakan kesyirikan, bahkan menjadi bagian untuk sekutu-sekutu dan berhala-berhala. Karena Allah tidak butuh kepadanya, dan Dia tidak mau menerima amalan yang padanya dipersekutukan salah satu mahlukNya denganNya.
? Taisiirul Kariimir Rahmaan Fii Tafsiiri Kalamil Mannaan.
والله أعلم بالصواب
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه وسلم
✍? FIK الفقير إلى عفو ربه أبو يحيى
__
Audio dari AbuHamiidAS
Dan mereka dengan terang-terangan berdoa kepada Pencipta bumi dan langit yang semua mahluk memohon bantuanNya ketika dalam kondisi sempit, mereka mengihlashkan doa dan menghiba hanya kepadaNya dalam kondisi seperti ini (karena mereka tahu bahwa semua sesembahan mereka selain Allah itu lemah, tidak mampu menyelamatkannya).
? Taisiirul Kariimir Rahman Fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan
والله أعلم بالصواب
وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه وسلم
? Semoga Allah fahamkan kita kepada tauhid dan Dia beri kita taufik untuk mengikutinya serta Dia selamatkan kita dari segala bentuk kesyirikan. Aamiin
✍? FIK الفقير إلى عفو ربه أبو يحيى
______
▶️?https://t.me/forumIlmiahkaranganyar
??????????
Pemburu yang diburu.
Last updated 3 months, 1 week ago
Memaparkan maklumat awal dan kemaskini terkini berkaitan kemalangan, bencana, jenayah dan isu-isu semasa dalam dan luar negara setiap hari.
Last updated 1 month, 2 weeks ago
Rakyat Malaysia tunggal di Palestin. Berkongsi kehidupan seharian di Gaza.
Last updated 2 months ago